Klaim BPJS Ketenagakerjaan itu Gampang


 
Suasana pengurusan klaim BPJS Ketenagakerjaan di kantor cabang Sekupang

Sudah lebih dari sebulan saya resign. Itu artinya BPJS Ketenagerjaan (TK) saya udah dinonaktifkan. Saya kemudian berniat untuk mencairkan dananya. Kata Aini, salah satu teman saya yang juga resign, mending dicairkan dananya lumayan kan duitnya. Ternyata klaim BPJS Ketenagakerjaan ini tidak susah alias gampang. Asal mengikuti prosedur dengan tepat.


Baiklah, seperti yang disarankannya, saya mendaftar lewat antrian.bpjsketenagakerjaan.go.id. Di website itu kita wajib mengisi data untuk mendapatkan antrean. Mulai dari NIK, KPJ, Nama sesuai e-KTP, nomor handphone, wilayah pelayanan, cabang pelayanan dan tanggal kedatangan.

Saya ambil cabang yang di Sekupang, karena dekat dengan rumah. Biar setelah mengurus itu masih banyak waktu senggang. Saya pilih jam 08.00-09.00. Antrean ini cukup penuh, jadi ketika Minggu malam saya daftar untuk Senin pagi, sudah full. Selasa juga full. Adanya Rabu. Tapi karena Rabu saya ada jadwal lain saya ambil Kamis.

Setelah mendaftar kita akan mendapatkan barcode. Biasanya dikirim ke email. Selain barcode juga ada beberapa berkas yang harus dibawa seperti kartu peserta asli, KTP asli dan fotokopi, KK asli dan fotokopi, keterangan kerja/varklaring asli dan fotokopi, buku rekening asli dan fotokopi, serta NPWP asli dan fotokopi untuk klaim dengan saldo di atas Rp50 juta atau klaim pengambilan 10 persen.

Rabu malam, semua berkas yang akan dibawa sudah saya fotokopi (minus buku rekening karena kelupaan, dan nyadarnya sudah hari H). Anak saya yang berumur 2,4 tahun ngajak begadang. Entah mengapa dia sulit tidur. Pagi setelah subuhan saya tidur lagi. Begitu bangun sudah jam 8. Panik dong.

Siap-siap segala macam butuh waktu 30 menit. Setengah 9 baru berangkat. Saya mesti fotokopi buku rekening dulu. Sampai di kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan Sekupang belum jam 9. Syukurlah.

Saya diminta isi formulir lagi. Lebih detil. Ada tiga lembar, tapi yang diisi dua lembar saja. Satu lembar diisi oleh petugas.

"Nanti barcode nya di scan untuk ambil antrean setelah berkas diverifikasi bu," kata seorang sekuriti.

Aha, barcode. Saya kemudian oprek tas, nyari handphone tapi nggak nemu. Oke fine. Ini pasti ketinggalan di tempat fotokopi pikir saya. Muka saya pasti kelihatan panik sekali. Buktinya si bapak sekuriti sampai menenangkan saya. Berkali-kali kami coba menghubungi nomor handphone itu (pakai HP si bapak sekuriti) tapi tak diangkat. Dia kemudian mengizinkan saya kepada petugas yang bagian verifikasi berkas. Agar saya tetap bisa mengurus hari itu meskipun jam di jadwal saya sudah berlalu.

Akhirnya setelah di cari-cari ternyata handphonenya tertinggal di rumah (syukurlah enggak hilang). Saya kembali lagi ke kantor BPJS Ketenagakerjaan. Sampai sana sudah jam 09.30. Berkas langsung dimasukkan ke dalam kotak berrtuliskan drop box.

Alur langkah pelayanan BPJS Ketenagakerjaan

Setelah dua orang dipanggil. Nama saya kemudian dipanggil. Berkas diperiksa, dan saya diminta menunjukkan barcode. Ketika di scan, ternyata antrean saya sudah tak berlaku sebab sudah lewat jam 9.00. Karena saya sudah izin di awal, saya kemudian diberi nomor antrean reguler. Duh lega.

Kemudian saya antre lagi untuk menunggu berkas diverifikasi kembali. Map berisi berkas-berkas saya dikembalikan untuk nantinya dibawa lagi ke meja verifikasi.

Dalam salah satu kolom, ada nama salah satu perusahaan tempat saya bekerja di tahun 2013 lalu yang tak saya cantumkan keterangan kerjanya. Ada tanda (-) di depan nama perusahaan itu. Saya deg-degan. Khawatir pencairan klaim ditolak karena ada satu keterangan kerja yang tak saya cantumkan.

Dan benar, ketika nomor antrean dipanggil dan berada di verifikasi berkas tahap II. Saya ditanya terkait surat keterangan kerja tersebut. Saya jawab saya lupa tidak minta, karena saya pikir waktu itu tak penting. Petugas di meja verifikasi itu meminta saya menjemput kembali surat keterangan kerja itu.

Saya hampir patah semangat. Gimana caranya menjemput surat keterangan kerja itu kalau perusahaannya ada di Pekanbaru, Riau. Sementara saya di Batam. Belum lagi saya mesti ke kantornya untuk menyampaikan permintaan itu. Saya jelaskan kesulitan saya itu kepada petugas. Dia bilang, harap menunggu sebentar, kemudian dia masuk ke dalam ruangan.

Saya nunggu di luar harap-harap cemas. Begitu dia keluar, dia kemudian tak membahas itu lagi. Kemudian mencocokkan berkas-berkas yang lain dengan keterangan lisan dari saya. Mulai nama lengkap, nama ibu kandung, sejak kapan bekerja di perusahaan terakhir, alasan berhenti, serta apakah rekening bank saya masih aktif.

Udah gitu aja. Dia kemudian mencetak lembar bertuliskan TANDA TERIMA BERKAS KLAIM. Lembar itu diberikan ke saya. Dia menjelaskan dana klaim akan ditransfer ke rekening maksimal 5 hari kerja. Jika setelah 5 hari itu dana belum ada di rekening saya diminta datang lagi ke kantor tersebut dengan membawa lembar tanda terima itu.

Sederhana dan gampang ternyata. Hanya saja kisah saya yang bangun kesiangan, lupa fotokopi rekening bank, kehilangan handphone dan berkas tak lengkap jangan ditiru.

Tips yang perlu dicatat nih ya.

1. Pastikan KK, KTP dan katu peserta yang dibawa SESUAI dengan yang didaftarkan, demi kelancaran proses klaim yang diajukan.

2. Hadir minimal 30 menit sebelum pilihan jam kedatangan



Komentar

  1. yeess mantap akhirnya bisa juga cair dananya, meski diawal banyak drama drama.... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe iya mbak, hampir sebulan ini blog juga baru keisi, dari kemarin mau nulis ngga jadi-jadi.. Semoga org lain yg ngurus klaim ga sedrama saya..

      Hapus
  2. Ada ketentuan gak mba harus kerja berapa tahun dlu baru bisa klaim? Misal minimal 5 tahun cicilan baru boleh ngurus claim??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Engga ada mba, semua bisa dicairkan dengan syarat kartu bpjs TK nya udh di nonaktifkan sm perusahaan tempat pernah bekerja

      Hapus
  3. Informasi sangat bermanfaat, saya jadi tau bagaimana cara buat klaim bpjs ketenaga kerjaan, kmren sih anggap cuek aja. mungkin kedepan bakalan lebih detail lagi.

    BalasHapus
  4. Informasi yang sangat bermanfaat sekali. Saya butuh ini segera dalam waktu dekat. Eh tp meski gampang pengurusannya asal berkas lengkap tetap ada drama2nya ya Srul. Hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha iya nih. Untung cepat kelar. Dan ternyata dananya udh cair, engga sampai 5 hari kerja

      Hapus
  5. Waduhh..sya udh lama resign dan ga teringat buat cairkan bpjs.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lumayan lho mba duitnya...kan kalo ntr berencana kerja lg bisa bikin baru

      Hapus
  6. Jadi ikut degdegan bacanya. Takut akhirnya nggak cair haha. Duh kartu BPJS saya hilang loh, lupa ngurus baru. Jadi harus ada surat aslinya ya. Baiklah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya teh, nanti kan kartu yg asli itu diambil sm mereka. Bisa minta HRD perusahaan kok buat ngurusin kalo hilang. Teman sy dulu pernah ad yg hilang kartunya. Kabarnya mesti bikin surat kehilangan segala utk ngurusnya

      Hapus

Posting Komentar

Postingan Populer